“Penerapan Metode Kelompok Interaktif Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PKn Kelas VI SD Negeri 033 Awo-awo Kabupaten Luwu Utara”.

BAB I

PENDAHULUAN.

  1. A.    Latar Belakang

Secara umum Sekolah Dasar diselengarakan dengan tujuan untuk mengembangkan sikap dan kemampuan, serta memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar yang diperlukan untuk hidup dalam masyarakat serta mempersiapkan peserta didik mengikuti pendidikan menengah. Pembelajaran merupakan suatu yang kompleks, dimana peran guru tidah hanya sebagai penyampai informasi kepada siswa tetapi memberi rangsangan, bimbingan, pengarahan dan dorongan kepada siswa agar terjadi proses belajar. Pembelajaran yang baik adalah pembelajaran yang melibatkan semua aspek-aspek yang berhubungan dengan apa yang sebenarnya dipelajari oleh siswa melalui partisipasinya, sehubungan dengan itu Sisdiknas Nomor 20 tahun 2003 pasal 40 ayat 2 dinyatakan bahwa “Pendidikan dan kependidikan berkewajiban menciptakan suasana pendidikan yang bermakna, kreatif ,dinamis, dan dialogis, serta mempunyai komitmen secara profesional untuk meningkatkan mutu pendidikan.

Menurut pengamatan penulis, dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas VI SD Negeri 033 Awo-awo Kabupaten Luwu Utara pada tanggal 12 agustus 2011 penggunaan model pembelajaran yang bervariatif masih sangat rendah dan guru cenderung menggunakan model konvesional pada setiap pembelajaran yang dilakukannya. Kondisi ini disebabkan oleh beberapa hal, antara lain: (1) mata pelajaran PKn diberikan pada jam pelajaran terakhir; (2) siswa merasa kurang tertarik pada pelajaran PKn; (3) siswa sulit untuk menguasai materi pelajaran; (4) kondisi input siswa relatif rendah; penggunaan metode yang kurang tepat.

Hal lain juga mungkin disebabkan kurangnya penguasaan guru terhadap model-model pembelajaran yang ada, padahal penguasaan terhadap model-model pembelajaran sangat diperlukan untuk meningkatkan kemampuan profesional guru serta sangat sesuai dengan Kurikulum Tingkat Satu Pendidikan (KTSP).

KTSP yang di mulai diberlakukan di sekolah dasar bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dan cerdas sehingga dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Hal ini hanya dapat tercapai apabila proses pembelajaran yang berlangsung mampu mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki siswa, dan siswa terlibat langsung dalam pembelajaran PKn. Disamping itu, KTSP memberi kemudahan kepada guru dalam menyajikan pengalaman belajar, sesuai dengan prinsip belajar sepanjang hidup yang mengacu pada empat pilar pendidikan universal, yaitu belajar untuk mengetahui (learning to know), belajar dengan melakukan (learning to do), belajar untuk hidup dalam kebersamaan (learning to live together), dan belajar menjadi diri sendiri (learning to be). Oleh karena itu, guru perlu meningkatkan mutu pembelajarannya, dimulai dengan rancangan pembelajaran yang baik dengan memperhatikan tujuan, karakteristik siswa, materi yang diajarkan, dan sumber belajar yang tersedia. Kenyataannya masih banyak ditemui proses pembelajaran yang kurang berkualitas, tidak efisien dan kurang mempunyai daya tarik, bahkan cenderung membosankan, sehingga hasil belajar yang dicapai tidak optimal. Hal ini dapat dilihat dari hasil belajar PKn siswa kelas VI SD Negeri 033 Awo-awo Kabupaten Luwu Utara yang dipaparkan pada tabel berikut.

Tabel 1.1 Nilai Rapor Mata Pelajaran PKn Tahun Ajaran 2009/2010 -2010/2011 SD Negeri 033 Awo-awo Kabupaten Luwu Utara

Tahun Ajaran

Nilai Tertinggi

Nilai Terendah

Rata-rata

2009/2010

73,6

34,2

53,9

2010/2011

69,2

40,8

50,0

Rendahnya perolehan hasil belajar mata pelajaran Pkn di SD Negeri 033 Awo-awo Kabupaten Luwu Utara meunjukkan adanya indikasi terhadap rendahnya kinerja belajar siswa dan kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran yang berkualitas. Untuk mengetahui mengapa hasil belajar siswa tidak seperti yang diharapkan, tentu guru perlu merefleksi diri untuk dapat mengetahui faktor-faktor penyebab ketidakberhasilan siswa dalam pelajaran PKn. Sebagai guru yang baik dan profesional, permasalahan ini tentu perlu ditanggulangi dengan segera. Berdasarkan hal tersebut diatas, penerapan metode pembelajaran interaktif menjadi alternatif untuk dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran PKn.

Penelitian ini dilakukan peneliti yang bertugas sebagai mahasiswa dengan berkolaborasi dengan guru di SD Negeri 033 Awo-awo Kabupaten Luwu Utara. Dengan berlolaborasi ini, diharapkan kemampuan profesional guru dalam merancang model pembelajaran akan lebih baik lagi dan dapat menerapkan model pembelajaran yang lebih bervariatif. Disamping itu kolaborasi ini dapat meningkatkan kemampuan guru dalam merefleksi diri terhadap kinerja yang telah dilakukannya, sehingga dapat melakukan perubahan dan perbaikan kualitas pembelajaran dan mengelola proses pembelajaran yang lebih terpusat pada siswa.

Menurut Faire dan Cosgrove (Harlen, 1992:48-50):

Metode pembelajaran interaktif sering dikenal dengan nama pendekatan pertanyaan anak. Metode ini dirancang agar siswa akan bertanya dan kemudian menemukan jawaban pertanyaan mereka sendiri. Meskipun anak-anak mengajukan pertanyaan dalam kegiatan bebas, pertanyaan-pertanyaan tersebut akan terlalu melebar dan seringkali kabur sehingga kurang terfokus.

Guru perlu mengambil langkah khusus untuk mengumpulkan, memilah, dan mengubah pertanyaan-pertanyaan tersebut ke dalam kegiatan khusus. Pembelajaran interaktif merinci langkah-langkah ini dan menampilkan suatu struktur untuk suatu pelajaran PKn yang melibatkan pengumpulan dan pertimbangan terhadap pertanyaan-pertanyaan siswa sebagai pusatnya.

Salah satu kebaikan dari metode pembelajaran interaktif adalah bahwa siswa belajar mengajukan pertanyaan, mencoba merumuskan pertanyaan, dan mencoba menemukan jawaban terhadap pertanyaannya sendiri dengan melakukan kegiatan observasi (penyelidikan). Dengan cara seperti itu siswa atau anak menjadi kritis dan aktif belajar.

Terkait dengan permasalahan tersebut di atas, maka untuk mengkaji lebih mendalam tentang peningkatan hasil belajar siswa, peneliti ingin melakukan penelitian tindakan kelas dengan judul “Penerapan Metode Kelompok Interaktif Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PKn Kelas VI SD Negeri 033 Awo-awo Kabupaten Luwu Utara”.

B.     Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka permasalahan dapat dirumuskan sebagai berikut: Bagaimanakah penerapan metode kelompok interaktif dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn pada siswa kelas VI SD Negeri 033 Awo-awo Kabupaten Luwu Utara?.

 C.    Tujuan Penelitian

Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah yang dikemukakan di atas, maka tujuan penelitian ini untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan metode kelompok interaktif pada mata pelajaran Pkn siswa kelas VI SD Negeri 033 Awo-awo Kabupaten Luwu Utara.

 D.    Manfaat  Hasil Penelitian

Penelitian tindakan kelas ini, diharapkan memberi manfaat baik secara teoretis maupun praktis sebagai berikut:

  1. Manfaat Teoritis.

   Manfaat teoritisnya adalah Untuk dapat menambah pengetahuan dan wawasan bagi pengembangan keilmuan terutama di bidang pengajaran PKn dan sebagai dasar pijakan penelitian selanjutnya.

  1. Manfaat Praktis.
    1. Bagi Peneliti, Sebagai informasi tambahan lebih lanjut untuk memperluas wawasan tentang pembelajaran PKn
    2. Bagi guru, Sebagai bahan acuan masukan dalam mengajarkan pembelajaran PKn.
    3.  Bagi siswa, Dapat mengetahui sejauh mana kemampuan yang mereka miliki dalam memahami pelajaran. ( Skripsi Lengkap hubungi : 082189844193, Email : korneliusbunganlayukkone@rocketmail.com)
About these ads